Rabu, 01 November 2017

BAB I

Administrasi Berbagi Sumber Daya Jaringan (Sharing Resource Dalam Jaringan)

Administrasi Berbagi Sumber Daya Jaringan (Sharing Resourse)
Resource sharing adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok perpustakaan yang tergabung dalam sebuah konsorsium atau jaringan yang bertujuan untuk meningkatkan layanan dan mengurangi biaya pengembangan koleksi. Resource sharing tersebut dapat dilakukan dengan kesepakatan formal maupun informal yang diterapkan secara lokal, nasional, ataupun internasional. Sedangkan sumber daya yang di-share tersebut dapat berupa koleksi, data bibliografis, pegawai, dan fasilitas.

ΓΌ  Tujuan dan Fungsi Sharing Resourse :
Tujuan : Resource sharing yang bertujuan agar seluruh program, peralatan, khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan.


1. FUNGSI SHARING JARINGAN
      Fungsi Sharing Jaringan, diantaranya sebagai berikut:
1.     Membagi sumber daya, misalnya membagi printer, CPU, memori ataupin harddisk
2.     Sebagai sarana berkomunikasi, misalnya e-mail, instant messaging, chatting
3.     Sebagai akses informasi, misalnya web browsing
4.     Menghemat uang, misalnya : printer, dengan adanya jaringan komputer satu printer dapat
digunakan oleh lebih dari satu komputer
5.     Reliabilitas tinggi, misalnya salah satu komputer rusak lalu data didalamnya hilang, maka data tersebu masih dapat digunakan lagi dikomputer lain yang menyimpan data tersebut


2. KONFIGURASI SHARING RESOURCE DALAM JARINGAN

A. Sharing Service
Sharing service pada komputer Banyak macamnya, misal pada Windows:

    Printer shareing
    File Sharing
    Active Directory
    Service Webserver IIS, FTP, TELNET, Gopher

B. Share atau berbagi data/file

Share atau berbagi data/ file adalah salah satu fungsi jaringan agar kita bisa share atau berbagi data. Langkah- langkah untuk bisa share atau berbagi data dalam sebuah jaringan (workgroup) adalah sebagai berikut:

    Untuk bisa share data. Pastikan anda login dengan hak akses administrator.
    Kemudian cari folder atau buat folder baru untuk dibagi atau share.
    Klik kanan pada folder yang ingin di share.
    Pilih Sharing and Security.
    Jika muncul pertanyaan pilih Just Enabled File Sharing
    Kemudian Klik OK
    Beri nama folder share anda. Kemudian klik OK

Untuk mengakses data yang di sharing, pada komputer yang ingin mengakses lakukan langkah- langkah di bawah ini:

    Klik START kemudian Run, atau bisa dengan CTRL + R
    Ketikan \\alamat IP yang dituju contoh: \\192.168.2.101
    Tekan enter.
    Atau anda juga bisa browse data melalui My Network Places.

C. Share Printer
langkah-langkah sharing printer dibawah ini :

     Pertama, Klik start button, kemudian pilih Devices and Printers. Setelah itu akan terbuka windows devices and printers. Di window ini, kita bisa melihat hardware   apa saja yang terhubung dengan komputer, salah satunya printer. Tentukan printer mana yang ingin  kita sharing. Klik kanan pada printer tersebut, kemudian pilih printer properties. Akan terbuka window printer properties. Pilih tab Sharing pada windows tersebut. Setelah itu, beri checkbox pada opsi share this printer. Kita bisa memberi nama sesuai keinginan kita. Kemudian klik Apply, Ok.


Nah, sekarang printer sudah berhasil di sharing dan siap digunakan oleh komputer lain yang terhubung. Kalau sudah berhasil di sharing, baru kita bisa mengakses printer tersebut. Caranya sebagai berikut. Kita bisa mengaksesnya melalui windows Explorer. Pada Address bar, ketikan IP address komputer yang melakukan sharing tadi. Contoh format penulisan di Address bar "\\192.168.10.10", tanpa tanda petik. IP addressdisesuaikan dengan jaringan masing-masing.  
Setelah itu akan terlihat apa saja yang telah disharing oleh komputer tersebut, salah satunya ada printer. Nah, pada printer tersebut klik kanan kemudian pilih Connect... . Tunggu beberapa saat sampai proses Connecting selesai.
Setelah selesai, dan komputer kita sudah bisa mengakses printer yang disharing tadi, kita bisa tes mencetak sebuah dokumen. Biasanya sebelum mencetak, kita diberikan opsi untuk memilih printer mana yang akan digunakan. Nah, pada opsi ini kita pilih printer yang disharing, cirinya adalah setelah nama printer pasti tertulis IP address dari komputernya. Setelah memilih printer tersebut baru kita melakukan pencetakan dokumen.

3. MENGUJI HASIL SHARING RESOURCE DALAM JARINGAN
Cara pengujiannya pun cukup mudah yaitu dengan mengecek di Client. Berikut langkah-langkahnya :
1.     Klik Start - Run
2.      Ketikkan CMD lalu tekan OK/ Enter
3.     Setelah jendela Command Prompt terbuka, kita cukup mengetik :
ping [spasi] IP Address yang ingin diuji konektivitasnya. Lalu, tekan enter.
Misal : ping 256.10.23.4
Kemudian, perhatikan respon yang muncul setelah kita menekan enter. Ada 3 kemungkinan :
•Reply from : terjadi koneksi
•Request Time Out : tidak terjadi koneksi sama sekali
•Destination Host Unreachable : paket data yang dikirim tidak sampai di tujuan.

Sumber : http://cholis-kom03.blogspot.co.id/2017/10/bab-1-administrasi-berbagi-sumber-daya.html

BAB II
KEAMANAN SISTEM OPERASI JARINGAN

Keamanan sistem operasi merupakan bagian masalah pada suatu keamaan sistem komputer dengan akses secara total yang telah menjadi bagian yang dapat meningkatkan kepentingannya sendiri.




Dalam jaringan komputer khususnya yang berkaitan dengan aplikasi yang melibatkan berbagai kepentingan akan banyak terjadi hal yang dapat mengganggu kestabilan koneksi jaringan komputer tersebut, baik yang berkaitan dengan hardware meliputi pengamanan fisik, sumber daya listrik maupun yang berkaitan dengan software yang meliputi sistem, konfigurasi, hak akses, dll.

Satu hal yang perlu diingat bahwa tidak ada jaringan komputer yang benar-benar aman. Sifat dari jaringan adalah melakukan komunikasi. Setiap komunikasi dapat jatuh ke tangan orang lain dan disalahgunakan. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus.

Ada beberapa gangguan yang terjadi pada keamanan sistem operasi jaringan diantaranya yang paling banyak dikenal adalah:
  • Hacking
  • Berupa perusakan pada infrastruktur jaringan yang sudah ada, misalnya perusakan pada sistem dari suatu server
  • Phising
  • Berupa pemalsuan terhadap data resmi dilakukan untuk hal yang berkaitan dengan pemanfaataanya.
  • Deface
  • Perubahan terhadap tampilan suatu website secara illegal.
  • Carding
  • Pencurian data terhadap identitas perbankan seseorang, misalnya pencurian kartu kredit.
  • Sniffing
  • Suatu pemantauan elektronik terhadap jaringan digital untuk mengetahui password atau data lainnya. Ada beragam teknik sniffing atau juga dikenal sebagai eavesdropping, yakni: shoulder surfing (pengamatan langsung terhadap display monitor seseorang untuk memperoleh akses), dumpster diving (mengakses untuk memperoleh password dan data lainnya), digital sniffing (pengamatan elektronik terhadap jaringan untuk mengungkap password atau data lainnya).
  • Spam
  • Penyalahgunaan sistem pesan elektronik (termasuk media penyiaran dan sistem pengiriman digital) untuk mengirim berita iklan dan keperluan lainnya secara massal. Spam menampilkan berita secara bertubi-tubi tanpa diminta dan sering kali tidak dikehendaki oleh penerimanya. Pada akhirnya, spam dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna situs web. Orang yang menciptakan spam elektronik disebut spammers.
  • Spoofing
  • Teknik yang digunakan untuk memperoleh akses yang tidak sah ke suatu komputer atau informasi dimana penyerang berhubungan dengan pengguna dengan berpura-pura memalsukan bahwa mereka adalah host yang dapat dipercaya.
  • SQL Injection
  • Jenis aksi hacking pada keamanan komputer di mana seorang penyerang bisa mendapatkan akses ke basis data di dalam sistem. SQL injection yaitu serangan yang mirip dengan serangan XSS dalam bahwa penyerang memanfaatkan aplikasi vektor dan juga dengan Common dalam serangan XSS.
  • DoS (Denial Of Service)
  • Jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internetdengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.
  • Social Engineering
  • Pemerolehan informasi atau maklumat rahasia/sensitif dengan cara menipu pemilik informasi tersebut. Social engineering umumnya dilakukan melalui telepon atau Internet. Social engineering merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk memperoleh informasi tentang targetnya.
  • Dll.


BAB III

Audit Server Pada Sistem Operasi Jaringan


1. Fungsi Audit Server pada Sistem Operasi Jaringan

Istilah audit sistem informasi umumnya digunakan untuk menjelaskan dua jenis aktivitas berbeda yang terkait dengan komputer, yaitu menjelaskan proses pengkajian ulang dan mengevaluasi pengendalian internal dalam sebuah sistem pemrosesan data elektronik. Tujuan dan tanggung jawab utama dari auditor eksternal adalah untuk menilai kewajaran dari laporan keuangan sebuah entitas usaha.
Tipe fungsi audit tersedia dalam suatu paket GAS, yang didaftarkan dalam uraian sebagai berikut:
  • Penyulingan data dari file
  • Kalkulasi dengan data
  • Melakukan perbandingan dengan data
  • Peringkasan data
  • Penelitian data
  • Menyusun kembali data
  • Pemilihan data sample untuk pengujian
  • Pengumpulan data statistik
  • Pencetakan konfirmasi permintaan, analisis, dan keluaran lain.

2. Proses Audit Server pada Sistem Operasi Jaringan

a.Proses Auditing Lima tahap suatu audit keuangan adalah meliputi: perencanaan audit, persiapan penilaian struktur pengendalian internal, pengujian tahap pengendalian dari audit, tahap pengujian substantif dari audit, dan pelaporan audit.
Proses audit untuk jaringan komputer akan semakin kompleks jika sistemnya semakin besar dan terintegrasi satu sama lainnya. Untuk mempermudah hal tersebut, teknik audit terhadap jaringan komputer harus di break-down berdasarkan layer-layer dari 7-layer pada Open System Interconnection (OSI). Pendekatan auditnya dapat dilakukan dari dua arah, yaitu pendekatan Top-down dan pendekatan Bottom-up.
b.Proses Audit Operasional Departemen Pemrosesan Kemajuan audit ini melalui beberapa langkah berikut ini :
1) Tahap Perencanaan Audit
Penting bagi auditor memperoleh dan meninjau ulang latar belakang informasi atas unit, aktivitas, atau fungsi yang akan diaudit. Auditor perlu mengumpulkan informasi dari klien untuk memperoleh suatu pemahaman menyangkut departemen DP dan sasaran hasilnya.
2) Tahap Survei Persiapan
Survei ini membantu auditor untuk mengidentifikasi area permasalahan, area sensitif, dan operasi yang rumit atas kesuksesan audit dari departemen DP.
3) Tahap Audit yang Terperinci
Kunci aktivitas untuk menguji dan mengevaluasi sepanjang tahap audit yang terperinci meliputi :
  1. organisasi menyangkut fungsi pengolahan informasi
  2. praktek dan kebijakan sumber daya manusia
  3. operasi komputer
  4. pertimbangan implementasi dan pengembangan sistem
  5. pengoperasian sistem aplikasi.
4) Pelaporan
Pada penyelesaian dari audit operasional, suatu laporan dibagi-bagikan ke manajemen dan panitia audit perusahaan. Isi dari laporan ini bervariasi menurut harapan manajemen.
5) Memeriksa apakah ada fungsi manajemen Jaringan yang kuat dengan otoritas untuk membuat standar dan prosedur
6) Memeriksa apakah tersedia dokumen mengenai inventarisasi peralatan Jaringan, termasuk dokumen penggantian peralatan
7) Memeriksa apakah tersedia prosedur untuk memantau network usage untuk keperluan peningkatan kinerja dan penyelesaian masalah yang timbul
8) Memeriksa apakah ada control secara aktif mengenai pelaksanaan standar untuk aplikasi-aplikasi on-line yang baru diimplementasikan.

3. Hasil Audit Server pada Sistem Operasi Jaringan

  • Untuk memonitor setiap perubahan pada konfigurasi kemanan jaringan
  • Untuk mengetahui siapa saja yang mengakses file-file tertentu.
  • Untuk memonitor aktifitas dari sejumlah user jaringan
  • Untuk menyimpan rekaman kegiatan login dan logout berdasarkan tanggal dan waktu

BAB IV

Konfigurasi Integrasi Sistem Operasi Jaringan

Integrasi merupakan penyatuan unsur-unsur dari sesuatu yang berbeda atau beraneka ragam sehingga menjadi satu kesatuan dan pengendalian terhadap konflik atau penyimpangan dari penyatuan unsur-unsur tersebut.
Integrasi data merupakan suatu proses menggabungkan atau menyatukan data yang berasal dari sumber yang berbeda dalam rangka mendukung manajemen informasi dan mendukung pengguna untuk melihat kesatuan data.


Fungsi Intergrasi sistem operasi dengan jaringan (internet)
  1. Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah jaringan
  2. Mengelola sumber daya jaringan
  3. Menyediakan layanan
  4. Menyediakan keamanan jaringan bagi multiple users
  5. Mudah menambahkan client dan sumber daya lainnnya
  6. Memonitor status dan fungsi elemen – elemen jaringan
  7. Distribusi program dan update software ke client
  8. Menggunakan kemampuan server secara efisien
  9. Menyediakan tolerasi kesalahan
Sumber : "http://quratulayni.blogspot.co.id"

Melakukan konfigurasi integrasi sistem operasi dengan jaringan (internet) Merubah Nama Komputer (Hostname) dan WorkGroup di Windows
  1. Pertama buka ekspolorer, lalu klik kanan pada My ComputerThis PC > Properties
  2. Pertama buka ekspolorer, lalu klik kanan pada My Computer/ This PC > Properties
  3. Kemudian pilih Advanced System Settings
  4. Kemudian pilih Advanced System Settings
  5. Lalu klik tab Computer Name > Change
  6. Lalu klik tab Computer Name > Change
  7. Rubah seperti gambar dibawah ini
  8. Rubah seperti gambar dibawah ini
  9. Kemudian Restart
Menguji hasil integrasi sistem operasi dengan jaringan (internet) Nah coba kita lihat hasil percobaan tadi apakah benar-benar berganti nama atau tidak? coba buka Network di Explorer dan lihat!
Nah coba kita lihat hasil percobaan tadi apakah benar-benar berganti nama atau tidak? coba buka Network di Explorer dan lihat!

Semoga bermanfaat!

SUMBER REFERENSI :http://www.sibro21.org/2016/11/konfigurasi-integrasi-sistem-operasi.html